Langsung ke konten utama

Guru Menulis?, ist Amazing…!!!


Banyak penulis yang muncul dari berbagai profesi. Menulis, adalah pilihan yang mudah dan menyenangkan, dan bahkan menghasilkan rupiah, itu beberapa alasan utama kenapa kegiatan menulis terus bergeliat, berikut komunitasnya. Tidak peduli sedikit atau banyak minat baca-tulis bangsa ini, yang pasti, menulis tidak akan pernah mati.
Namun, yang paling mengesankan bagi saya adalah, penulis yang berprofesi sebagai guru, guru yang hobi menulis sekali lagi bagi saya bukan main luar biasanya. Betapa seorang guru tadi banyak meluangkan waktunya untuk berkutat dengan buku, pagi menelaah buku pelajaran yang kemudian disampaikan kepada para siswanya, di luar jam sekolah ia asyik menyelam dunia buku sebagai referensi karyanya.
Sebagaimana kita ketahui, membaca adalah kebiasaan manusia yang ingin berkembang, manusia yang kemudian terlahir dengan pemikiran-pemikiran brilian. Tidak terhitung pula, banyak ilmuan atau tokoh dunia yang menghabiskan waktunya dengan tumpukan buku di rumahnya.
***

Buku English Nowadays, for Character Building, integrated with curriculum 2013 for 4, 5, & 6th grade Elementary School yang ditulis oleh Ustazah Nur Hidayati, salah satu guru di SDIT Al Uswah Tuban adalah prestasi yang bagus. Prestasi yang patut dibanggakan dari guru yang menghabiskan waktunya untuk bermanfaat, terutama bagi anak didiknya.
Apalagi, buku ini menjadi penunjang pelajaran di SDIT Al Uswah, sebuah mata pelajaran karya pribadi yang memuat tata cara blantikan bahasa Inggris. Tentu, di samping kepedulian, keilmuan, dan kecerdasan dari sang guru, buku ini bisa hadir di sekolah.
Saya pribadi, sangat memimpikan bahwa semua bahan ajaran kurikulum di Indonesia, ditulis sendiri oleh para guru, dengan hal itu, tidak ada lagi persoalan keterlambatan buku pelajaran di sekolah-sekolah, guru tidak perlu buku panduan atau kunci jawaban ujian karena ia telah menguasai bahan mata pelajaran. Saya jamin, bila semua guru demikian, sebagaimana yang dilakukan oleh Ustazah Nur Hidayati, yang juga ketua baru di Forum Lingkar Pena (FLP) Tuban, ranah pendidikan nasional akan maju dan berkembang pesat.
Ketika kami melakukan penerbitan dan pengeditan buku, karya gurulah yang begitu membekas, karena tidak hanya tulisannya bagus, tapi ada gemuruh perasaan haru di setiap kata yang ditulis, haru bagi profesinya, haru bagi perasaan cinta kepada anak-anaknya di sekolah. Itu yang kami rasakan.
Semoga buku ini menjadi sumbangsih penulis yang bermanfaat kepadanya, kepada anak didiknya, dan kepada bangsanya. Amin…

_____
H. R. Umar Faruq
CEO Pena Media Publisihing
www.penamediapublisihng.blogspot.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lomba Menulis Dalam Rangka Hari Ibu

Dalam Rangka memperingati Hari Ibu tgl 22 Desember 2015 FLP Lamongan bekerja sama dengan Badan Kearsipan dan Perpustakaan Daerah dan ECC Gramedia Lamongan mengadakan lomba menulis essay dengan tema “Ibuku, Inspirasiku” Syarat dan Ketentuan Lomba Menulis 1. Jumlah 1-3 halaman, spasi 1,5, font Times New Roman font 12, ukuran kerta A4. 2. Margin (garis): atas, bawah, samping kiri dan kanan (semua sisi 3 cm atau 1,18 inchi), beri nomor halaman. 3. Tema “Ibuku, Inspirasiku. Kenangan paling mengesankan bersama ibu.” 4. Tidak mengandung pornografi dan kekerasan, serta tidak menyinggung SARA. 5. Kirim naskah ke email: flplamongan@gmail.com (dengan menulis di judul/subjek email: Nama penulis-Judul naskah-asal sekolah) 6. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 naskah terbaik. 7. Karya belum pernah dipublikasikan di media mana pun (facebook, blog, dll) atau diikutsertakan dalam lomba yang serupa. 8. Peserta adalah pelajar di SMP/SMA atau sederajat, Kabupaten Lamongan dan sekitarnya (Tuban,...

LOMBA HARI IBU (DL 2 DESEMBER 2015)

GADGET VS TUHAN

Mulai bulan ini, kantor saya suruh untuk membuat rekapitulasi (rekap) pengeluaran uang pulsa dan paket internet, khusus handphone milik saya dan istri. Nantinya, akan dilaporkan bersamaan dengan rekapitulasi keuangan perusahaan. Saya ingin tahu, apakah pulsa dan paket internet handphone melebihi sedekah yang saya keluarkan?, melebihi uang untuk membantu orang lain?, melebihi kebaikan lainnya?. Atau, pulsa khususnya paket internet sudahkah saya gunakan dengan sebaik-baiknya, tidak hanya terpaku membuang waktu percuma, utak-atik gadget gak jelas dan tidak bermanfaat?. Bukankah semua yang saya lakukan nanti dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah?. Saya malu, sampai saat ini, pulsa adalah hal yang wajib diisi sedangkan kotak amal diabaikan, pulsa kadang lebih penting daripada shalat awal waktu, kaki lebih bersemangat melangkah ke counter melihat HP terbaru daripada mengunjungi kegiatan keagamaan di masjid. Handphone wajib dipegang sedangkan Al-Qur...